CokroNews – Yogyakarta, (Jum’at, 28/2) Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY) mengadakan kunjungan benchmarking ke Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang, Gedung AR. Fachruddin A lantai 5 ini bertujuan untuk memperkuat sistem penjaminan mutu internal UCY dengan mempelajari praktik terbaik yang telah diterapkan di UMY.
Baca Juga:
Perkuat Kolaborasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, FEB UCY Jalin Kerjasama dengan FEIS UIN Suska Riau
Kunjungan ini dihadiri oleh Wakil Rektor 1 UCY, Dekan, Kepala Program Studi (Kaprodi), Kepala Biro (Kabiro), Auditor, Kepala Lembaga, serta tim dari LPM UCY. Rombongan disambut oleh tim BPM UMY yang berbagi pengalaman dan strategi dalam menjalankan sistem penjaminan mutu yang efektif.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor 1 UCY menegaskan bahwa benchmarking ini harus memberikan manfaat nyata bagi UCY. “Kami berharap kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga dapat menghasilkan implementasi nyata yang dapat diterapkan di UCY. Apa yang kita pelajari dari UMY harus dapat diadaptasi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di kampus kita,” ujar Wakil Rektor 1.
Baca Juga:
Jalankan ibadah Berpuasa, UMY Bagikan 5.000 Takjil Gratis Untuk Mahasiswa
Pemateri utama dalam kegiatan ini adalah Ir. Anita Widianti, M.T., selaku Kepala Bidang Penjaminan Mutu Internal UMY. Beliau memaparkan berbagai aspek penjaminan mutu internal di UMY, mulai dari struktur organisasi, tugas pokok dan fungsi Unit Penjaminan Mutu serta Gugus Kendali Mutu, penetapan standar, siklus PPEPP (Perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan), hingga penggunaan sistem dalam setiap lini operasional.
UMY sendiri berkomitmen melaksanakan penjaminan mutu yang berorientasi pada akreditasi berbasis hasil (Outcome-Based Accreditation). Secara berkala dan konsisten, UMY melakukan survei, analisis, dan tindak lanjut terhadap hasil pengukuran kepuasan pemangku kepentingan, baik internal maupun eksternal. Evaluasi ini mencakup aspek tata pamong, tata kelola, kerjasama, mahasiswa, sumber daya manusia, keuangan, sarana dan prasarana, pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam upaya mencapai akreditasi berbasis hasil, UMY juga melakukan benchmarking eksternal dengan institusi internasional ternama seperti QS Stars, AUN-QA, dan Times Higher Education. Hal menarik lainnya adalah keberadaan Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP) di UMY, yang memungkinkan BPM lebih berfokus pada fungsi pengawasan dalam siklus PPEPP. Selain itu, kesesuaian antara visi dan misi perguruan tinggi, fakultas, dan program studi didokumentasikan dalam laporan cascading yang menjabarkan penyelarasan kinerja dan target kinerja.
Sebagai tindak lanjut, LPM UCY akan menyusun rencana aksi berdasarkan hasil kunjungan ini. “Kami akan menerapkan praktik terbaik yang relevan dari UMY agar penjaminan mutu di UCY semakin optimal,” ujar salah satu perwakilan LPM UCY.
Dengan adanya benchmarking ini, UCY berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui kolaborasi dan inovasi. Diharapkan, kunjungan ini dapat menjadi awal dari kerja sama lebih erat antara UCY dan UMY dalam bidang penjaminan mutu, guna menciptakan lingkungan akademik yang unggul dan berdaya saing. (Mukramin)






