CokroNews – Yogyakarta, FKIP UCY gelar Sosialisasi Kampus Berdampak yang menggugah aksi mahasiswa pada Sabtu (8/11).Pagi itu yang semula tenang tiba-tiba bergelora dengan semangat perubahan. Auditorium diisi oleh mahasiswa aktif, perwakilan lembaga intra kampus, serta dosen-dosen yang antusias mengikuti kegiatan “Sosialisasi Kampus Berdampak”, sebuah gerakan yang tak sekadar slogan, melainkan ajakan nyata bagi mahasiswa untuk menjadi agen perubahan. Tak hanya menjadi penonton di dunia akademik, kini siswa didorong menjadi pelaku nyata di tengah masyarakat.
Hadir langsung Wakil Rektor I, Dr. Ahmad Nasir Ari Bowo, S.Pd., M.Pd., dan dosen FKIP UCY, Dr. Desi Mardiyanti, S.Pd., M.Pd., kegiatan ini menjadi bukti bahwa pimpinan kampus pun memberi dukungan penuh terhadap lahirnya mahasiswa berdampak. Dalam berbagai hal, Dr. Ahmad menyampaikan bahwa kampus bukan hanya tempat belajar, tapi tempat mencetak dampak. “Mahasiswa hari ini harus berani bergerak, membawa perubahan, dan tidak hanya sibuk di ruang kelas,” tegasnya sambil disambut tepuk tangan membahana.
Yang membuat acara ini berbeda adalah suasananya: bukan sekedar ceramah, tapi ajakan bergerak. Mahasiswa yang sebelumnya mengisi Google Form “Saatnya Mahasiswa Bergerak dan Beraksi” ditantang untuk benar-benar turun tangan. Mereka diawali dengan berbagai program kampus yang berdampak bisa menjadi jembatan antara teori di kelas dan aksi nyata di lapangan. Mulai dari program pengabdian masyarakat, inisiasi proyek sosial, hingga kolaborasi lintas jurusan.
Antusiasme pun membuncah. Mahasiswa terlihat saling berdiskusi, bertukar ide, dan mulai menyusun rencana. Delegasi dari lembaga intra kampus yaitu DEMA FKIP langsung menyatakan kesiapannya menjadi motor penggerak gerakan ini. Tak sedikit pula mahasiswa umum yang hadir tanpa undangan resmi, datang murni karena dorongan ingin berkontribusi lebih besar melalui jalur kampus.
Sosialisasi ini bukan akhir, melainkan pemicu awal. Dengan tagline “Kampus Berdampak, Mahasiswa Bergerak”, kegiatan ini menjadi momentum penting yang membuka babak baru peran mahasiswa dalam membangun masyarakat. Semua mata kini teringat pada langkah selanjutnya: apakah mereka hanya datang untuk mendengar, atau benar-benar siap menjadi agen perubahan? Jawabannya akan terlihat dalam aksi nyata.






