CokroNews – Yogyakarta, Tantangan kepemimpinan di era modern menuntut lebih dari sekadar kecerdasan intelektual. Hal ini menjadi sorotan utama dalam webinar kuliah praktisi yang digelar STIM YKPN Yogyakarta bertema “Integritas dan Etika Publik: Bekal Menjadi Pemimpin Masa Depan” pada Sabtu, 28 Juni 2025.
Kegiatan yang dilangsungkan secara daring ini menghadirkan narasumber Dr. Ahmad Nasir Ari Bowo, S.Pd., M.Pd., Wakil Rektor I Universitas Cokroaminoto Yogyakarta. Beliau juga aktif sebagai penyuluh antikorupsi dalam komunitas Sahabat Integritas Jogja Istimewa (PAK SIJI DIY).
Dalam pemaparannya, Dr. Ahmad Nasir menjelaskan bahwa integritas bukan hanya menyangkut kejujuran, melainkan menyangkut konsistensi antara nilai yang diyakini, ucapan yang disampaikan, dan tindakan nyata yang dilakukan. Ia menegaskan, pemimpin sejati adalah mereka yang mampu mempraktikkan nilai tersebut secara utuh dalam kehidupannya.
“Etika publik bukan hanya milik para pejabat. Mahasiswa, sebagai calon pemimpin, juga memegang peranan penting dalam membangun budaya integritas sejak di bangku kuliah,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan korupsi kini semakin kompleks, terlebih dengan cepatnya kemajuan teknologi digital. Oleh karena itu, pendidikan karakter harus menjadi prioritas dalam sistem pendidikan tinggi, sebagai upaya mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik tetapi juga kuat secara etis.
Partisipasi mahasiswa dalam webinar ini terbilang tinggi. Diskusi berlangsung aktif dan interaktif, memperlihatkan antusiasme yang besar terhadap tema yang diangkat. Mahasiswa menilai bahwa pembahasan mengenai integritas dan etika publik sangat kontekstual dengan kehidupan kampus dan realitas sosial.
Penyelenggaraan webinar ini sekaligus menunjukkan komitmen STIM YKPN Yogyakarta dalam mempersiapkan generasi muda yang berintegritas dan bertanggung jawab secara sosial. Tidak hanya fokus pada aspek manajerial dan bisnis, STIM YKPN berusaha menanamkan nilai-nilai kepemimpinan beretika melalui kegiatan edukatif dan inspiratif.
Dr. Ahmad Nasir berharap bahwa nilai-nilai integritas tidak berhenti sebagai teori, namun dapat menjadi fondasi perilaku sehari-hari mahasiswa. Dengan begitu, para lulusan di masa depan dapat menjadi agen perubahan yang mampu membawa kemajuan bangsa dengan moralitas tinggi.






