FAI UCY Adakan Seminar Internasional Moderasi Islam dari Perspektif Assunah

FAI UCY Adakan Seminar Internasional Moderasi Islam

CokroNews Yogyakarta – (Sabtu, 8/1), FAI UCY adakan seminar internasional Pada 21 Agustus 2025, bertajuk “Moderasi Islam dalam Perspektif Assunah” di Auditorium UCY. Agenda tersebut menghadirkan sejumlah pembicara ternama dari dalam dan luar negeri, menarik minat ratusan peserta yang terdiri dari ilmuwan, pelajar, dan masyarakat umum.

Rektor UCY, Dr. Hery Kristiyanto, ST, MT, IPM. Dalam berbagai tingkat pentingnya memahami moderasi Islam sebagai upaya untuk menciptakan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat. “Moderasi Islam bukanlah tentang mengurangi nilai-nilai agama, melainkan tentang bagaimana kita dapat mengimplementasikan ajaran Islam dengan bijak dan sesuai dengan konteks zaman,” ujarnya.

Read More

Baca Juga

UCY Adakan Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru bersama MGBK SMA-SMA Se Kabupaten Bantul

Dr. Akrom Ridwan Fathullah Ali al Makky dari Universitas Ummul Quro Makkah hadir sebagai pembicara utama pertama. Dalam paparannya, Dr. Akrom menjelaskan konsep moderasi Islam dari perspektif Assunah, yang menekankan keseimbangan antara teks suci dan konteks sosial. “Assunah mengajarkan kita untuk tidak ekstrem dalam beragama. Kita harus memahami bahwa Islam adalah agama yang rahmatan lil ‘alamin, membawa rahmat bagi seluruh alam,” jelasnya.

Selain pemateri dari luar negeri, seminar tersebut juga diisi oleh Dekan Fakultas Agama Islam, Dr. Taufik Nugraha, M.Ag.. Taufik menyoroti peran pendidikan dalam mempromosikan moderasi Islam. Menurutnya, lembaga pendidikan mempunyai tanggung jawab besar untuk menanamkan nilai-nilai moderasi sejak dini. “Pendidikan adalah kunci utama dalam membentuk generasi yang memahami dan mengamalkan Islam secara moderat. Kita harus memastikan bahwa kurikulum dan metode pengajaran kita mendukung hal ini,” tegas Taufik.

Baca Juga

Tingkatkan Ekonomi Berkelanjutan, UCY Gandeng BAZNAS RI Guna Bentuk UPZ

Selain pemaparan dari para pembicara, seminar ini juga diisi dengan sesi tanya jawab interaktif. Peserta terlihat antusias mengajukan berbagai pertanyaan terkait tantangan moderasi Islam di era modern. Salah satu pertanyaan yang menarik perhatian adalah tentang bagaimana menghadapi radikalisme dan ekstremisme yang masih menjadi ancaman di berbagai belahan dunia. Dr. Akrom menanggapi dengan menekankan pentingnya dialog dan pendekatan yang inklusif. “Kita harus membuka ruang dialog dengan semua pihak, termasuk mereka yang memiliki pandangan berbeda. Hanya dengan cara ini kita dapat membangun pemahaman yang lebih baik,” ujarnya.

Selain mendapatkan pengetahuan yang mendalam, peserta seminar juga menerima e-sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka. Acara ini juga menjadi ajang networking yang efektif, dimana peserta dapat berinteraksi langsung dengan para pembicara dan sesama peserta dari berbagai latar belakang.

Baca Juga:

Kursi Riset Al-Zaidi untuk Artritis dan Penyakit Rematik Merayakan Panen Ilmiahnya Selama Tahun 2021

Seminar ini tidak hanya memberikan wawasan baru tentang moderasi Islam, tetapi juga menginspirasi para peserta untuk mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. “Saya sangat terinspirasi dengan paparan para pembicara. Seminar ini membuka pikiran saya tentang pentingnya moderasi dalam beragama,” ungkap salah seorang peserta, Anisa, mahasiswi FAI UCY.

Dengan suksesnya acara ini, UCY berharap dapat terus menjadi pusat kajian dan diskusi tentang Islam yang moderat dan inklusif. Hery Kristiyanto menutup acara dengan harapan bahwa seminar ini dapat menjadi langkah awal untuk membangun masyarakat yang lebih harmonis dan toleran. “Kami berkomitmen untuk terus menyelenggarakan acara-acara serupa yang dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan Islam di Indonesia dan dunia,” tutupnya.

Seminar internasional ini merupakan bukti nyata komitmen UCY dalam mempromosikan Islam yang moderat dan berwawasan global. Melalui acara seperti ini, diharapkan dapat tercipta pemahaman yang lebih baik tentang Islam sebagai agama yang membawa kedamaian dan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia. (Nashrul).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *