Tingkatkan Ekonomi Berkelanjutan, UCY Gandeng BAZNAS RI Guna Bentuk UPZ

UCY Gandeng BAZNAS RI Guna Bentuk UPZ

Cokronews-Yogyakarta, (Senin, 3/2) Tingkatkan ekonomi berkelanjutan, UCY gandeng BAZNAS Republik Indonesia guna membentuk UPZ (Unit Pengelola Zakat) di lingkungan perguruan tinggi. Ekonomi berkelanjutan jadi capaian utama bagi Universitas Cokroaminoto Yogyakarta sebagai bentuk penguatan institusi dengan mengandeng partner yang sesuai. Perencaan agenda tersebut tertuang dalam MoU Kerjasama antara UCY dengan BAZNAS RI yang dilaksanakan di Auditorium UCY.

Read More

Baca Juga

Keren!! Mahasiswi UCY Lolos Program Kampus Mengajar MBKM

Program Kerjasama UCY & BAZNAS RI

Universitas Cokroaminoto Yogyakarta resmi menandatangani perjanjian kerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia pada Senin, 3 Februari 2025. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Rektor UCY, Wakil Rektor, Ketua BAZNAS RI, serta dosen dan staf kampus.

Penandatanganan ini menjadi momentum penting bagi UCY dalam mengintegrasikan konsep zakat, infak, dan sedekah ke dalam lingkungan akademik, serta memberikan manfaat lebih luas bagi mahasiswa dan masyarakat sekitar.

Baca Juga

Unik! Fakultas Hukum UCY Akhiri Pembelajaran Semester dengan Fathul Kutub dan Books Fair

Rektor Universitas Cokroaminoto Yogyakarta, Hery Kristiyanto, menyatakan bahwa rencana pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) ini tercantum dalam nota kesepahaman (MoU) antara Universitas Cokroaminoto dan Baznas RI. Kedepannya, mahasiswa akan mendapatkan pelatihan untuk mengelola dana umat. “Karena pengumpulan dana tanpa lembaga khusus tidak diperbolehkan, maka UPZ ini akan didirikan terlebih dahulu,” kata Hery saat ditemui di Auditorium UCY.

Hery menambahkan bahwa kerja sama dengan Baznas RI mendukung implementasi tri dharma perguruan tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Pengelolaan serta penyaluran zakat menurutnya sejalan dengan program pengabdian masyarakat yang dilakukan universitas.

Hery juga menjelaskan bahwa mahasiswa Universitas Cokroaminoto sudah mendapatkan pengetahuan teori mengenai pengelolaan zakat, namun untuk praktiknya mereka masih membutuhkan bimbingan dari Baznas. “Kerja sama dengan Baznas ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung tentang manajemen zakat. Dengan pelatihan ini, mahasiswa diharapkan dapat membantu masyarakat dalam pengelolaan zakat, infaq, dan sodaqoh,” jelasnya.

Kuliah Umum di UCY

Di sisi lain, Ketua Baznas RI, Noor Achmad, menyampaikan dalam kuliah umum bahwa Baznas memiliki tanggung jawab dalam hal perencanaan, pengumpulan, pengelolaan, pendistribusian, pengendalian, evaluasi, dan pelaporan zakat serta infak. Ia menambahkan bahwa Baznas berupaya menjalin koordinasi dengan berbagai sektor, termasuk dunia pendidikan.

Baca Juga:

UCY Serahkan 33 Mahasiswa untuk Ikuti KKN Tematik Periode XLIV T.A 2025/2026

Noor Achmad mengungkapkan bahwa kerja sama sudah terjalin dengan beberapa universitas, seperti UIN Semarang, UIN Sunan Kalijaga, UIN Jakarta, dan Universitas Cokroaminoto Yogyakarta. “Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Semoga setiap kampus dapat membentuk unit pengumpul zakat di lingkungan kampus dan melibatkan Baznas di wilayah masing-masing,” ujarnya dalam memberikan kuliah umum di UCY.

Noor Achmad juga berharap UPZ yang ada di kampus dapat mengelola zakat dari berbagai pihak di kampus, seperti mahasiswa, alumni, dan masyarakat sekitar. Dana zakat yang dikelola diharapkan bisa digunakan untuk memberikan beasiswa bagi mahasiswa. “Kami terus berupaya mengentaskan kemiskinan dan mendorong ekonomi yang berkelanjutan. Salah satu bentuk kolaborasi tersebut adalah dengan universitas,” pungkasnya.

Harapan Kerjasama 

Salah satu isu yang menjadi perhatian dalam diskusi adalah permasalahan sampah di Banguntapan, yang memiliki populasi sekitar 40.000 jiwa di 11 dusun. Lurah Banguntapan, Bapak Basirudin, berpesan agar mahasiswa KKN dapat berkontribusi dalam mengedukasi warga dan membantu mencari solusi inovatif dalam pengelolaan sampah.

Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan UCY tidak hanya menjadi pusat akademik, tetapi juga agen perubahan sosial yang berperan aktif dalam memberdayakan masyarakat melalui konsep zakat dan sedekah berbasis kampus. (N)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *