Cokronews-Yogyakarta, Pada Senin, 21 Juli 2025, aula SMA Negeri 1 Srandakan dipenuhi semangat para siswa kelas 12 yang antusias mengikuti kegiatan Guru Tamu Sosialisasi dan Seminar Pelatihan Pengembangan Diri: 7 Habits of Highly Effective People & Service Excellence. Kegiatan ini menjadi kolaborasi unik antara dunia pendidikan menengah dan perguruan tinggi, mempertemukan SMA Negeri 1 Srandakan dengan Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY) dalam sebuah suasana belajar yang segar dan inspiratif.
Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dihadiri oleh seluruh siswa kelas akhir, para guru, serta karyawan SMA Negeri 1 Srandakan. Antusiasme peserta tampak sejak awal, mencerminkan semangat tinggi untuk belajar dan berkembang. Kehadiran narasumber dari UCY serta suasana kolaboratif antara sekolah dan kampus membuat kegiatan ini mendapat sambutan hangat dan menjadi momen pembelajaran yang membekas.
Baca Juga
UKM Muslim Study Center Gelar Lomba Islami untuk Anak TPA dan Remaja Masjid di Pelemwulung
Yang membuat acara ini terasa istimewa adalah kehadiran langsung Bapak Leo Dadyo Pamungkas, S.E., M.M., M.Ak., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY), yang menjadi narasumber utama dalam seminar. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan membumi, beliau membedah materi 7 Habits of Highly Effective People secara menyeluruh. Ketujuh kebiasaan positif tersebut, mulai dari menjadi proaktif, merujuk pada tujuan akhir, hingga kebiasaan sharpen the saw atau terus mengasah diri, dipaparkan dengan contoh-contoh yang relevan dan mudah dipahami oleh siswa.
Antusiasme peserta terlihat jelas sejak awal sesi berlangsung. Para siswa kelas 12 tampak aktif mencatat poin-poin penting dan tak segan mengajukan pertanyaan kritis kepada narasumber. Respon positif ini mencerminkan betapa topik yang disampaikan sangat dekat dengan kebutuhan dan semangat generasi muda dalam membentuk pribadi yang unggul, siap menghadapi tantangan dunia nyata, serta menjadi individu yang efektif dan bertanggung jawab.
Baca Juga
Simulasi Sidang Internasional UCY: Ganja Medis, Hak Kesehatan, dan Kepentingan Negara
Sesi berikutnya tak kalah menarik, yakni pembahasan mengenai Service Excellence yang dibawakan dengan lugas oleh tim dari UCY. Topik ini menyoroti pentingnya pelayanan prima dalam kehidupan pribadi maupun dunia kerja. Nilai-nilai seperti kerja keras, berpikir ke depan, dan menjadi pribadi produktif menjadi penekanan utama yang relevan dengan tantangan dunia nyata. Tak hanya itu, Bapak Jihad, S.Pd. dari tim BAKAHK turut menyampaikan informasi seputar peluang pendidikan tinggi dan mengenalkan kampus UCY kepada para siswa dalam sesi sosialisasi.
Baca Juga
Yang paling mencuri perhatian dari kegiatan ini adalah statusnya sebagai program perdana yang diinisiasi oleh DEMA Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY). Untuk pertama kalinya, DEMA FEB UCY menjalin sinergi secara langsung dengan sekolah menengah atas dalam bentuk kegiatan pengembangan diri. Ini menjadi langkah awal yang cukup berani dan patut diapresiasi.
Inisiatif ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sebuah bentuk nyata kontribusi kampus dalam menjangkau dunia pendidikan menengah. Kegiatan ini membuka peluang besar untuk melahirkan kolaborasi yang lebih intens dan berkelanjutan antara kampus dan sekolah. Dengan konsep yang kuat dan materi yang relevan, acara ini berpotensi menjadi model bagi sekolah lain.
Baca Juga
Upacara Hardiknas di SMAN 1 Srandakan: Meningkatkan Semangat Pendidikan untuk Kemajuan Bangsa
Lebih dari itu, kehadiran UCY dalam seminar ini memberikan kesan bahwa perguruan tinggi tidak lagi hanya berperan dalam dunia akademik, tetapi juga sebagai mitra yang aktif membentuk karakter generasi muda sejak di bangku SMA. Ini menjadi simbol kuat bahwa kampus hadir sebagai sahabat SMA dalam mencetak pribadi unggul dan siap bersaing di masa depan.
Momen inspiratif ini pun tidak luput dari dokumentasi yang rapi oleh tim Cokromedia. Setiap interaksi, pembelajaran, dan antusiasme peserta terekam dengan baik, menyimpan semangat perubahan dan pengembangan diri yang akan terus dikenang. Dokumentasi ini diharapkan menjadi penyemangat dan pemantik lahirnya program-program serupa yang berdampak lebih luas di masa mendatang.






