Cokronews-Yogyakarta, Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY) menyelenggarakan Pembekalan KKN Periode XLV Tahun 2026 sebagai langkah strategi dalam menyiapkan mahasiswa untuk terjun langsung ke tengah masyarakat. Kegiatan yang digelar pada 10 Desember 2026 ini berlangsung khidmat di Auditorium UCY dan menjadi agenda penting dalam rangkaian pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Pembekalan ini menegaskan komitmen UCY dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra pembangunan desa yang berkelanjutan.
Kegiatan pembekalan tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor I (WR I), Biro AKAHK, Panitia KKN, para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta seluruh mahasiswa peserta KKN Periode XLV. Kehadiran seluruh unsur akademika ini mencerminkan kuatnya dukungan institusi terhadap pelaksanaan KKN sebagai wahana pembelajaran kontekstual, pengabdian masyarakat, sekaligus penguatan karakter mahasiswa.
Wakil Rektor I UCY, Dr. Ahmad Nasir Ari Bowo , menegaskan bahwa KKN bukan lagi tentang hadir dan menyelesaikan administrasi program. Mahasiswa dituntut mampu membaca persoalan desa secara nyata, berpikir solutif, dan berani mengambil peran strategis. “Desa tidak butuh seremoni, desa butuh keinginan,” menjadi pesan yang menggema kuat dalam pembekalan tersebut.
Komitmen itu diperkuat oleh kehadiran BIRO AKAHK, Panitia KKN, serta para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang secara teknis membedah kesiapan siswa. Mulai dari etika bermasyarakat, perencanaan program berbasis potensi lokal, hingga risiko kegagalan di lapangan dibahas tanpa basa-basi. Pendekatan mendekati ini menjadi sinyal bahwa KKN XLV tidak memberi ruang bagi kerja setengah hati.
Mengusung tema “Sinergitas Kampus–Desa untuk Kemandirian Berkelanjutan”, pembekalan KKN UCY 2026 menitikberatkan pada pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat desa. Materi yang disampaikan mengarahkan mahasiswa agar mampu membaca potensi lokal, merancang program yang berkelanjutan, serta membangun kemandirian masyarakat berbasis partisipasi dan pemberdayaan. Tema ini sekaligus menjadi penegasan bahwa KKN tidak hanya berfokus pada kegiatan jangka pendek, tetapi juga pada dampak jangka panjang bagi sasaran desa.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dan daya tarik utama dalam kegiatan ini adalah sesi tanya jawab yang berlangsung sangat komunikatif. Mahasiswa aktif menyampaikan pertanyaan, gagasan, serta tantangan yang mungkin dihadapi selama pelaksanaan KKN di lapangan. Interaksi dua arah antara pemateri dan peserta menciptakan suasana pembekalan yang hidup, reflektif, dan solutif, sehingga siswa merasa lebih siap secara konseptual maupun mental sebelum diterjunkan ke lokasi KKN.
Pembekalan ini menutup satu fase persiapan, sekaligus membuka tantangan besar di depan. Dari Auditorium UCY , para mahasiswa kini membawa tanggung jawab yang lebih dari sekedar laporan akhir. KKN XLV 2026 diproyeksikan menjadi ujian nyata: apakah sinergi kampus dan desa benar-benar mampu melahirkan perubahan yang bertahan lama.






