Inovasi Konstruksi: Rektor UCY Kantongi Dua Paten Nasional Sambungan Beton Pracetak

Rektor UCY menerima dua paten nasional

CokroNews – Yogyakarta (Senin, 23/6) Dunia teknik sipil kembali mencatat capaian membanggakan dari kalangan akademisi. Rektor Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY), Dr. Ir. Hery Kristiyanto, S.T., M.T., IPM., resmi mengantongi dua paten nasional atas inovasinya di bidang sambungan struktur beton pracetak.

Paten terbaru bernomor IDP000099002 diberikan pada 6 Mei 2025 oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. Inovasi ini dikembangkan bersama tim inventor yang terdiri dari Prof. Dr-Ing. Ir. Andreas Triwiyono, Dr. Ir. H. Muslikh, M.Sc., M.Phil., dan Ashar Saputra, S.T., M.T., Ph.D. Paten ini melengkapi paten sebelumnya dengan nomor IDP000094253 yang lebih dulu disahkan.

Read More

Kedua paten tersebut berfokus pada pengembangan sistem sambungan balok-kolom pracetak dalam konstruksi bangunan gedung. Sistem sambungan yang ditawarkan menggunakan model sambungan kering dengan teknik las dan baut (dry connection: welded and bolted). Model ini memberikan alternatif efisien dan kuat untuk struktur beton pracetak, khususnya pada gedung bertingkat yang memerlukan kecepatan dan presisi dalam proses pembangunan.

Beton pracetak saat ini menjadi salah satu solusi konstruksi unggulan di wilayah rawan gempa, termasuk Indonesia. Dengan proses fabrikasi komponen di luar lokasi proyek, komponen struktural dapat diangkut dan dipasang dengan lebih cepat dan akurat. Selain itu, metode ini meminimalkan penggunaan bekisting serta meningkatkan kualitas dan ketahanan struktur secara keseluruhan.

Tak hanya aktif dalam penelitian, Dr. Hery Kristiyanto juga dikenal sebagai pembicara dan penggerak dalam edukasi sistem pracetak di berbagai forum profesional nasional. Ia rutin hadir dalam kegiatan pelatihan yang diselenggarakan oleh IAPPI dan AP3I bersama Kementerian PUPR, termasuk melalui Balai Jasa Konstruksi Wilayah III Jakarta dan Wilayah VI Makassar.

Demi mendukung penguatan kompetensi generasi muda teknik sipil, Dr. Hery turut memberikan pelatihan dalam program “Pembekalan Kompetensi Tambahan” yang digelar oleh Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya. Materi pelatihan mencakup teknis pengangkatan dan pemasangan sistem pracetak (lifting and erection) yang menjadi elemen krusial dalam implementasi di lapangan.

“Dengan peningkatan pemahaman dan keterampilan di bidang pracetak, kita berharap para lulusan teknik dapat lebih siap bersaing serta berkontribusi dalam percepatan pembangunan infrastruktur nasional,” ujar Hery.

Dua paten ini menandai komitmen UCY dalam mendukung inovasi teknologi yang aplikatif, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia. (JS)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment