CokroNews – YOGYAKARTA, Demi perubahan pengelolaan sampah, UCY ajak Pilar Berkah kolaborasi pengolahan sampah. Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY) terus menunjukkan komitmennya terhadap isu-isu lingkungan hidup, terutama dalam pengelolaan sampah. Pada acara yang digelar di kampus UCY, Rektor UCY, Dr. Ir. Hery Kristiyanto, S.T., M.T., IPM, menyampaikan bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi semua pihak. “Kita tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada sinergi yang kuat antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, Namun dalam pelaksanaannya di kampus, kita seluruh sivitas akademika harus bahu-membahu untuk mengelola sampah ini agar tidak menjadi sarang penyakit di kampus ini.” ujarnya dalam acara audiensi dengan pilar berkah.
Kegiatan ini melibatkan Pilar Berkah, sebuah komunitas sosial yang fokus pada pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Dalam kolaborasi ini, UCY mengundang Pilar Berkah untuk memberikan pelatihan pengelolaan sampah kepada mahasiswa dan masyarakat sekitar.
Baca Juga:
Perubahan Pengolahan Sampah untuk Lingkungan Berkelanjutan
Rektor UCY menjelaskan bahwa universitas telah memasukkan isu lingkungan ke dalam kurikulum akademik. Mahasiswa diajak untuk tidak hanya memahami teori tetapi juga berperan langsung dalam praktik pengelolaan sampah. Salah satu upaya nyata adalah pembentukan Bank Sampah di lingkungan kampus yang dikelola oleh mahasiswa. “Kita ingin menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga peduli terhadap lingkungan,” tegas Hery Kristiyanto.
UCY Pilih Pilar Berkah Untuk Kolaborasi Pengolahan Sampah
Pilar Berkah, sebagai mitra UCY, telah dikenal luas di Yogyakarta sebagai komunitas yang sukses mengelola sampah organik dan anorganik secara terintegrasi. Melalui pendekatan edukasi, mereka mampu memberdayakan masyarakat untuk mengelola sampah dari sumbernya. Dalam pelatihan yang diberikan di UCY, Pilar Berkah menunjukkan bagaimana sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik seperti plastik diubah menjadi bahan kerajinan tangan yang bernilai ekonomi tinggi.
Baca Juga:
Inisiasi Gerakan Pilah Sampah Menuai Berkah Masyarakat Sedayu Bantul
Produk Pilah Berkah
Membangun Kesadaran Lingkungan di Kampus
Salah satu tujuan kolaborasi ini adalah meningkatkan kesadaran mahasiswa UCY tentang pentingnya pengelolaan sampah. Dalam sesi diskusi, beberapa mahasiswa mengaku terinspirasi oleh program ini. “Saya merasa terpanggil untuk lebih peduli terhadap sampah. Melalui pelatihan ini, saya belajar bahwa sampah bukan sekadar limbah, tetapi juga memiliki potensi ekonomi,” ujar Rizky, salah satu mahasiswa yang hadir dalam acara tersebut.
Baca juga
UCY Adakan Sosialisasi PMB dan Seminar Bimbingan Konseling di SMK Negeri 2 Gedangsari
Arah Masa Depan Kolaborasi
Ke depan, UCY dan Pilar Berkah berencana untuk memperluas kolaborasi mereka dengan melibatkan komunitas-komunitas lain di Yogyakarta. Salah satu rencana ambisius adalah mendirikan fasilitas pengolahan sampah terpadu yang dapat melayani kebutuhan kampus dan masyarakat sekitar. “Ini bukan hanya untuk UCY, tetapi juga untuk lingkungan Yogyakarta secara keseluruhan,” tambah Rektor Dr. Hery Kristiyanto.
Dengan semangat gotong royong, UCY berharap dapat menjadi pelopor dalam pengelolaan sampah berkelanjutan di kalangan perguruan tinggi di Indonesia. Semangat ini sejalan dengan visi besar UCY untuk menciptakan perubahan positif bagi masyarakat dan lingkungan. (Nashrul).






