CokroNews – Yogyakarta, Seminar Nasional bertajuk “Membangun Kesadaran Ekologis Dalam Islam” sukses digelar pada Rabu, 17 Desember 2025 di Auditorium UCY . Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai ini menghadirkan panitia penyelenggara, dua narasumber yakni Khodijah Nur Tsalis, Lc., M.IRKH dan Dr. Muh. Rizki, SH, MH, serta Herismon US Aman, SH yang bertugas sebagai moderator. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Agama Islam, Dr. Taufik Nugroho, M.Ag, dan menghadirkan peserta dari kalangan mahasiswa hingga masyarakat umum. Sejak pagi, suasana auditorium tampak hidup, menampilkan antusias besar terhadap tema lingkungan dalam perspektif Islam yang jarang dibahas secara mendalam.
Materi inti yang disampaikan kedua narasumber langsung menarik perhatian peserta. Tema yang menggabungkan isu lingkungan dengan ajaran agama ini menjadi sorotan utama, terutama di tengah keadaan bumi yang kian terancam polusi, sampah, hingga perubahan iklim. Penjelasan mengenai tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi membuat peserta menangkap pesan bahwa menjaga lingkungan bukan sekedar pilihan, tetapi kewajiban spiritual.
Sebagai moderator, Herismon US Aman, SH berhasil menjaga alur diskusi tetap tajam dan terarah. Pertanyaan-pertanyaan kritis yang dilontarkannya mendorong peserta untuk berpikir lebih dalam mengenai hubungan manusia dan alam. Nuansa akademis terasa kuat, namun tetap hangat dan mudah diikuti. Hal ini membuat seluruh rangkaian seminar berjalan lancar, dinamis, dan jauh dari kesan monoton.
Sesi diskusi interaktif menjadi momen yang paling mencuri perhatian. Peserta aktif mengajukan pertanyaan, menyampaikan pandangan, serta berbagi pengalaman terkait isu lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Dari sana, muncul berbagai gagasan segar tentang pemahaman ekologis, mulai dari gaya hidup berkelanjutan hingga komunitas Islam dalam gerakan pelestarian alam. Interaksi ini tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga membangun empati ekologi yang menjadi kunci perubahan nyata.
Seminar berakhir dengan kesan mendalam, meninggalkan pesan bahwa menjaga lingkungan tidak dapat ditunda lagi. Melalui pemaparan yang relevan dengan kondisi aktual, kegiatan ini tidak hanya memberi ilmu, tetapi juga memantik rasa tanggung jawab bersama terhadap alam. Peserta pulang membawa perspektif baru: bahwa spiritualitas dan ekologi tidak dapat dipisahkan, dan Islam menyimpan prinsip yang kuat dalam merawat bumi sebagai amanah Tuhan. Dengan semangat ini, Seminar Nasional di Auditorium UCY menjadi titik gerak menuju masa depan yang lebih hijau dan penuh harapan.






