UCY Cetak 259 Sarjana, Dua Lulusan Raih IPK Sempurna dan Lahirkan Program Revolusioner Dunia Pendidikan

UCY cetak 259 Sarjana pada Wisuda XLIV di Merapi Merbabu Hotel pada 4 November 2025

CokroNews – Yogyakarta , Suasana penuh kebanggaan Merapi Merbabu Hotel Yogyakarta , Selasa (4/11/2025), ketika Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY) secara resmi melepas 259 sarjana baru dalam Wisuda Angkatan XLIV Tahun Akademik 2024/2025. Namun di balik seremoni megah itu, tersimpan gebrakan besar yang membuat momen ini tak sekadar seremoni tahunan. Selain melahirkan generasi intelektual baru, UCY justru menandai tonggak baru pendidikan tinggi di Yogyakarta melalui dua program strategi yang diyakini akan mengubah arah akses pendidikan nasional.

Rektor UCY, Dr.Ir. Hery Kristiyanto, ST, MT, IPM ., dalam pidato wisudanya yang penuh energi, menyampaikan bahwa kampus yang berdiri di atas semangat persahabatan HOS Tjokroaminoto ini tidak hanya sekedar mencetak sarjana ber-IPK tinggi, tetapi juga melahirkan pemimpin dan agen perubahan. Ia mengingatkan, “Hari ini bukan akhir, tapi awal baru untuk menjadi inovator dan pembelajar sepanjang hayat.” Di hadapan para wisudawan dan orang tua yang menahan haru, Hery juga mewakili tantangan dunia kerja yang kian kompleks, menuntut karakter tangguh dan daya saing global dari setiap lulusan.

Read More

Yang mencuri perhatian, dua siswa berhasil mencatat catatan langka: meraih IPK sempurna 4,00. Mereka adalah Faris Hazmi Qaedi Zihni dari Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan , serta Maria Juni Wati dari Prodi Manajemen . Prestasi ini kian menegaskan reputasi UCY sebagai kampus yang tidak hanya mengedepankan nilai akademik, tetapi juga integritas dan karakter keislaman. Dari total 259 wisudawan , sebanyak 60 di antaranya meraih predikat cumlaude, menunjukkan kualitas akademik yang terus meningkat di bawah kepemimpinan baru universitas tersebut.

Tak berhenti di situ, UCY juga mencuri perhatian publik melalui peluncuran dua terobosan: Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan “Dana Maslahat.” Program RPL memungkinkan masyarakat dengan pengalaman kerja atau pembelajaran non-formal untuk diakui kompetensinya tanpa pengulangan dari awal—sebuah langkah revolusioner di tengah masih tertutupnya akses pendidikan tinggi bagi pekerja profesional. Sementara “Dana Maslahat” menjadi inisiatif sosial baru, membuka partisipasi alumni dan masyarakat untuk menyokong beasiswa bagi calon mahasiswa berpotensi namun terkendala biaya.

Ketua LLDIKTI Wilayah V, Prof. Setyabudi Indartono , yang turut hadir dalam acara itu, menegaskan bahwa tantangan lulusan hari ini tidak hanya soal mencari pekerjaan, tetapi menciptakan peluang di tengah perubahan industri yang masif. “Lulusan UCY harus punya karakter khusus untuk bersaing di dunia kerja,” ujarnya. Di bawah sorot lampu dan tepuk tangan bangga, prosesi wisuda UCY tahun ini seolah menandai bukan hanya kelulusan 259 sarjana, tetapi juga lahirnya gelombang baru yang mendorong perubahan dalam pendidikan tinggi Indonesia.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *